auto

auto

Thursday, September 2, 2010

Toyota Crown bebas recall


Penarikan untuk perbaikan (recall) yang dilakukan Toyota Motor Corporation di Jepang tak cuma pada Lexus, tetapi juga Crown. Untuk Indonesia, Lexus secara resmi disampaikan oleh petingginya ikut kena recall. Namun, Crown dipastikan aman.

Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, mengatakan, unit Crown yang dipasarkan di Indonesia bebas recall. "Yang terkena spesial service campaign itu Corwn dengan mesin di atas 3.000 cc dan yang di Indonesia itu 3.000 cc saja," ujar Joko di Jakarta, kemarin.

Sejak tahun lalu, sedikitnya TAM memasok sekitar 80 Toyota Crown Royal Saloon berkapasitas mesin 3.000 cc ke Kabinet Menteri di Indonesia.

Terkait recall Lexus, Joko menambahkan, penarikan Lexus dilakukan hanya untuk tahun produksi 2005-2008. Perbaikan semula diprediksi TMC akan memakan waktu 22 jam.

"Tapi di Indonesia bisa kami akali dan selesai cuma dalam waktu 9 jam. Mekanik di sini andal-andal. Soalnya, mereka pakai special tools," tutup Joko.


source : www.otomotif.kompas.com

Wednesday, September 1, 2010

kualitas Honda Odyssey sebanding dengan harganya


HONDA All New ODYSSEY

Sejak kelahirannya, Honda Odyssey telah menjadi trendsetter dalam desain dan teknologi bagi MPV berkapasitas 7-penumpang. Saat MPV lain masih berdesain konvensional dengan bentuk kotak (boxy), generasi pertama Odyssey telah menampilkan lekuk bodi yang pipih, aerodinamis, beruang kabin mewah, serta berfitur lengkap.
Di pasar Indonesia, Odyssey diluncurkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM), ATPM Honda, pada tahun 2005, meski sebelumnya konsumen Negeri Batik telah mengenalnya lebih dulu via importir umum. Generasi ketiga tersebut mengincar kelas MPV premium dengan segementasi harga di atas Rp 400 juta. Adapun unit yang terjual dalam kurun 2005-2009 adalah sebanyak 843 unit. Meski terjual kurang dari 1.000 unit, toh Odyssey menerima banyak penghargaan. Salah satunya, terpilih sebagai 'Favorite Big MPV' dalam ajang Autocar Indonesia Reader’s Choice Awards 2006 dan 2007.


Desain & Rekayasa Setelah 16 tahun lamanya Odyssey hadir di dunia, tanpa terasa generasi terbaru MPV premium ini dirilis di Indonesia. Didatangkan langsung dari Jepang, Odyssey kali ini dilengkapi sliding sun roof, kamera pantau, dan lampu HID (high intensity discharge). Tubuh generasi keempat ini tampak kian “mengalir” dan pipih. Tinggi mobil hanya 1.545 mm (setara sedan) dan panjang keseluruhan 4.800 mm. Artinya, model anyar ini lebih rendah 5 mm dan lebih panjang 35 mm ketimbang model sebelumnya. Sedangkan lebarnya tetap sama, yakni 1.800 mm. Sementara itu, ground clearance hanya 150 mm, sehingga Odyssey perlu waspada bila melewati jalan rusak ataupun genangan air.

Detail mobil pun didesain seirama dengan tubuh yang ramping. Sebagai misal, headlamp dan stoplamp yang juga dibuat lebih pipih ketimbang generasi sebelumnya. Selain karena alasan estetika, secara teknis desain pipih ini dimaksudkan untuk mengurangi hambatan angin, yang berimbas pada penghematan konsumsi BBM. Honda menamakan konsep desain ini sebagai 'ultra low floor platform'. Untuk pengendalian dan pengendaraan, Odyssey dilengkapi fitur Motion Adaptive EPS (electronic power steering) plus VSA (vehicle stability assist). Kedua fitur ini berfungsi mencegah gejala oversteer dan understeer. Rangkaian pengereman disokong ABS (anti-lock braking system), EBD (electronic brake-force distribution), dan BA (brake assist). Ada pula teknologi kontrol traksi yang terintegrasi dengan ESP (electronic stability program) untuk meningkatkan kestabilan pengendalian mobil. Itu masih ditambah dual airbag serta curtain airbag, menjadikan nilai keselamatan MPV ini terbilang baik. Interior Man maximum, machine minimum. Itulah filosfi yang dianut desainer Odyssey saat menciptakan interior mobil ini.

Dengan tetap mengandalkan konsep 'low floor platform', Honda menciptakan kabin yang bertemakan 'V-shape'. Tujuannya agar mampu menampung tujuh penumpang dengan nyaman dan memberikan pandangan yang luas ke depan. Langkah yang ditempuh cukup sederhana: penumpang belakang dibuat duduk lebih tinggi ketimbang penumpang di depannya.
Dashboard didesain dengan konsep melandai ke depan. Honda menyebutnya 'wave shape design'. Bentuknya terasa futuristik dan tidak membosankan. Instrumen yang terpasang mudah dilihat dengan tombol yang mudah dikenali dan mudah diraih. Sementara itu, fitur seperti 'ambient light' yang berpendar biru dan trim pintu yang dilengkapi 'optical fiber door trim' yang juga memendarkan cahaya biru, membuat penumpang lebih merasa nyaman, terutama di malam hari.


Sebagai pelengkap hiburan, terpasang head unit double din dengan layar LCD 6,1 inci. Aplikasi layar sentuh, DVD, MP3, WMA, AAC, konektor USB, serta i-Pod, merefleksikan kecangihan dari interior. Tidak hanya itu, head unit ini juga sanggup menampilkan bumper belakang mobil serta area aman untuk parkir mundur. Sayangnya, head unit ini tidak terintegrasi. Ketidaksatuan ini menimbulkan “ganjalan” tersendiri di dashboard.
Untuk melipat jok baris ketiga, kita hanya perlu menekan sebuah tombol di kiri pilar D dan jok akan terlipat dengan sendirinya. Untuk fitur yang satu ini, pastikan tidak ada sesuatu yang mengganjal proses pelipatan kursi. Jika pelipatan tidak tuntas, suara peringatan akan berbunyi.

Performa Di balik bonet Odyssey, bertengger jantung mekanis 4-silinder segaris, i-VTEC, DOHC, berkapasitas 2,4 liter. Rasio kompresi dinaikkan menjadi 10,5:1 (pendahulunya 9,7:1). Dengan cara ini, tenaga naik 20 hp ketimbang generasi ketiga atau menjadi 180 hp pada 6.500 rpm. Sedangkan torsinya tetap, yaitu 218 Nm pada 4.500 rpm. Keluaran daya lantas disalurkan via tranmsisi otomatis 5-speed ke roda depan. Selain mengubah nilai kompresi, Honda juga memasang 'torque boost resonator'. Fungsi peranti ini mengubah aliran udara yang tersedot oleh air intake menjadi udara bertekanan tinggi. Aliran campuran udara dan bahan bakar bertekanan tersebut disimulasikan berputar. Tujuannya, menaikkan efisiensi proses pembakaran, sehingga torsi dan tenaga lebih maksimal, tapi minim konsumsi BBM. Kombinasi dari kenaikan rasio kompresi dan pemasangan peranti 'torque boost resonator' mampu melejitkan Odyssey untuk 0-100 kpj dalam 12,4 detik dan akselerasi 0-402 m dalam 18,7 detik dengan kecepatan maksimum akselerasi 125,7 kpj.

Pengendaraan & Pengendalian
Posisi berkendara yang diberikan Odyssey sama sekali berbeda dengan MPV kebanyakan. Dimensinya yang lebih mendekati sebuah station wagon membuat posisi mengemudi Odyssey lebih mirip mengendarai sebuah sedan. Apalagi dengan pengaturan tempat duduk elektrik, membuat posisi mengemudi dapat lebih akurat. Suspensinya menyuguhkan peredaman yang nyaman, hampir di setiap kondisi jalan. Kunci kenyamanan hadir berkat penggunaan suspensi 'independent double-wishbone' di keempat rodanya. Karakteristik suspensi double wishbone yang lembut tampaknya memang dipilih untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para penumpang Odyssey, sekaligus menopang bobot 1,6 ton yang dimilikinya. Meski begitu, kelembutan yang dihasilkan suspensi tak membuat Odyssey memiliki pengendalian yang mengecewakan. Salah satu hal yang membuat pengendaliannya juga istimewa adalah titik berat (centre of gravity) mobil ini yang rendah. Selain itu, penggunaan fitur-fitur stabilitas elektronik juga memberikan kontribusi yang luar biasa pada pengendaliannya. Misalnya, VSA (vehicle stability assist) dan ESP (electronic stability program) yang dalam proses kerjanya juga bekerja bersama dengan rangkaian sistem pengereman ABS, EBD, dan BA. Saat bermanuver, gejala oversteer dan understeer yang terjadi di tikungan sepenuhnya dikendalikan oleh VSA dan ESP.
Membeli & Memiliki
Selain menyempurnakan detail eksterior dan interior, mobil ini berusaha menyuguhkan kenyamanan dan utilitas tinggi, tanpa mengurangi nilai sportif dan kemewahan. Meski dibangun dari platform sedan, tetapi dengan rancang bangun yang tepat, mampu membuat Odyssey memiliki jiwa MPV. Tidak hanya itu, pilihan aksesorinya pun beragam, baik secara resmi ataupun aftermarket. MPV ini mencoba merayu konsumen dengan teknologi dan fitur-fitur yang lengkap, seperti 'keyless entry', 'immobilizer anti-theft system', 'security alarm', dan 'ultrasonic sensor'. Odyssey juga sukses meraih bintang 6 (tertinggi) dari Japan New Car Assessment Program (JNCAP) dalam uji tabrak, berkat aplikasi teknologi penguatan bodi G-CON dan ACE™.


citra tinggi dan kualitas Odyssey sebanding dengan harganya.


source: www.auto-car.co.id

Nissan Akan Luncurkan March di Indonesia


Dalam kunjungannya ke Indonesia, Carlos Ghosn, CEO Nissan Motor Co, Ltd uga mengumumkan rencana peluncuran mobil baru di Indonesia. “Nissan akan meluncurkan satu model baru setiap tahun di Indonesia,” tegas Ghosn. Dan rencananya, Nissan akan segera memasarkan dua mobil kompak baru di Indonesia, yaitu Nissan March dan Nissan Juke.

Nissan March rencananya akan diluncurkan paling cepat November 2010 ini. Namun bila Anda penasaran, wujudnya akan ditampilkan di IIMS 2010 yang akan datang. March merupakan mobil hatchback dengan kapasitas lima penumpang dengan mengusung mesin berkapasitas 1,2 liter. March rencananya akan dirakit secara lokal (CKD) sehingga menjadikan Indonesia negara kelima setelah Thailand, Cina, India, dan Meksiko yang memproduksi March.

Mobil lainnya adalah Nissan Juke. Juke akan diluncurkan paling cepat awal 2011. Nissan Juke mengusung konsep mobil crossover berukuran compact dan memiliki desain eksterior yang unik. Hingga saat ini, Juke baru dipasarkan di Jepang dan Eropa, serta Amerika yang akan segera menyusul.

Saat ditanya soal harga jual untuk kedua model baru tersebut, Takayuki Kimura, Presdir PT Nissan Motor Indonesia belum memberikan kisarannya. Nissan Juke juga akan tampil di booth Nissan di ajang IIMS 2010 bulan depan.


source : www.auto-car.co.id

Recall Honda City 2007-2008


Masalah recall HONDA City 2007-2008


PT Honda Prospect Motor, agen tunggal pemegang merek Honda di Indonesia, secara resmi telah mengumumkan akan menarik (recall) Honda City keluaran 2007-2008.

Penarikan ini karena kecacatan pada power window yang digunakan City produksi Indonesia seperti pada Honda Jazz di sebagian besar belahan dunia.

Memang, di Indonesia kasus kebakaran yang terjadi akibat konsleting pada power window belum pernah terjadi. Namun sebagai tanggung jawab perusahaan, Honda Indonesia akan menarik City untuk diperbaiki.

Mengapa setelah sekian lama kecacatan power window ini baru diketahui? Mengapa bisa sampai lolos oleh insinyur-insinyur Honda?

Pengamat otomotif Soehari Sargo mengatakan, sangat wajar kerusakan komponen baru diketahui setelah mobil 2-3 tahun beredar. Mobil terdiri dari berbagai komponen yang dibuat oleh ratusan produsen komponen.

"Jadi bisa saja ini luput dari pengawasan dan baru disadari sekarang,” kata Soehari dalam perbincangannya dengan VIVAnews, Kamis 4 Februari 2010.

Penarikan Honda City di Indonesia merupakan langkah yang tepat. Menurut dia, lebih baik Honda memperbaiki terlebih dulu daripada menunggu korban. Ini menunjukkan sikap proaktif Honda.

Soehari mengatakan, risiko terjadi masalah akibat kerusakan power window di Indonesia, seperti yang terjadi pada Honda Jazz di Afrika, sangat kecil. “Bisa saja kebakaran itu bukan karena kesalahan power window itu. Mungkin karena teknis penggunaan yang tidak benar,” ujarnya.

"Masalah seperti ini tidak bisa diberlakukan secara global, karena penggunaan dan keadaan tiap negara berbeda-beda."

Sebelumnya, pada 29 Januari, Honda Motor Co Ltd mengumumkan program penarikan untuk perbaikan terhadap Honda Jazz di beberapa negara. Alasannya, telah terjadinya cacat produksi pada tombol jendela yang bisa memicu arus pendek dan menimbulkan kebakaran.

Dalam pernyataan tertulisnya, Honda mengkhawatirkan kondisi terburuk itu bisa terjadi pada saat cuaca ekstrim, terutama pada saat hujan deras dan salju.

Bila air yang masuk melalui jendela itu dalam jumlah besar, seperti dikarenakan mencairnya salju atau banjir, maka tombol jendela dekat posisi stir akan menyebabkan arus pendek, panas tinggi, dan terbakar.

Penarikan ini salah satunya dipicu kasus di Afrika Selatan. Pada September 2009, seorang anak bernama Vanilla Nurse harus tewas, saat sedang tidur di mobil yang terbakar.

Belakangan, Honda Indonesia juga merilis akan menarik Honda City keluaran 2007-1008. Ini karena power window Omron yang digunakan Jazz di sebagian besar negara digunakan juga pada City produksi Indonesia.

Sebenarnya tidak hanya Honda yang mengalami masalah. Toyota pun harus menghentikan penjualan Camry bersama tujuh model lain di Amerika Serikat. Penangguhan ini karena adanya masalah pada pedal gas. Sebagian pedal gasnya tetap tertekan meski pengemudi sudah melepasnya.

source : www.vivanews.com

Honda luncurkan CRZ


HONDA CR-Z, sport hybrid car

Honda meluncurkan mobil hibrida baru bergaya sporty, CR-Z, Kamis 25 Februari 2010. Perusahaan otomotif terbaik kedua di Jepang itu juga berjanji akan terus mementingkan kualitas produk di tengah kemelut yang sedang dihadapi saingan utamanya, Toyota.
Honda berharap mobil dua pintu ini akan digemari kaum muda yang ingin mengendari mobil "hijau" dengan tetap trendi. CR-Z akan mulai dijual di Jepang pada Jumat besok, dan di Amerika Serikat serta Eropa pada pertengahan tahun. "Kualitas produk sangat penting bagi kami," kata CEO Honda, Takanobu Ito, dalam konferensi pers.

Honda CR-Z

Dia menolak mengomentari persoalan yang dialami Toyota Motor Corp. Presiden Toyota kemarin menghadap Kongres AS di Washington untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait penarikan massal sekitar 8,5 juta kendaraan di berbagai negara. Harga CR-Z di Jepang relatif terjangkau dengan harga 2,27 juta yen (sekitar Rp 230 Juta) untuk model biasa dan 2,5 juta yen (Rp 260 juta) untuk model top-end. Harga di negara lain belum ditentukan. Honda mengatakan, CR-Z bisa melaju 25 kilometer untuk tiap liter bahan bakar, lebih sedikit dari 30 kilometer per liter mobil Insight yang diluncurkan tahun lalu. Saat itu Toyota meluncurkan Prius yang mampu mendominasi pasar mobil hibrida. CR-Z merupakan model hibrida keempat Honda menyusul Insight dan mobil versi bahan bakar elektrik-gas Civic dan Accord. (AP)

source: www.vivanews.com