auto

auto

Thursday, September 2, 2010

Ferrari recall seri 458


Ferrari akhirnya mengumumkan penarikan 1.248 unit Ferrari 458 Italia sehubungan dengan terbakarnya beberapa sportcar terbaru mereka produksi Juli 2010 di berbagai negara. Seperti yang diberitakan oleh AFP, Rabu (1/9/2010), Ferrari mendapati hanya empat mobil yang terbakar spontan di Amerika Serikat, China, Perancis, dan Swiss.

"Dealer kami akan menghubungi konsumen dan meminta dibawakan mobilnya ke bengkel sehingga kami bisa melakukan perbaikan yang diperlukan," ujar juru bicara Ferrari kepada AFP. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terjadi masalah pada pelindung roda bagian dalam sepatbor (wheel arch), yang berkenaan dengan pemasangan, dudukan, perekat, dan penahan panasnya.

"Suhu udara yang panas di luar dan penggunaan mobil yang intensif menyebabkan distorsi dan mobil dapat terbakar," ujarnya. Perbaikan yang akan dilakukan termasuk penggantian penahan panas.

Sementara produksi 458 Italia bersetir kanan yang baru dimulai bulan Juli 2010 membuat konsumennya tak perlu khawatir dengan risiko terbakarnya mobil ini. Hal ini juga berlaku bagi konsumen Ferrari di Indonesia.

"Saat ini masih belum ada unit Ferrari 458 yang sampai ke konsumen di Indonesia. Tentunya, unit 458 yang akan diterima konsumen Indonesia telah disempurnakan," ujar Irmawan Poedjoadi, Presiden Direktur PT Surya Sejahtera Otomotif, ATPM Ferrari di Indonesia. "Rencananya, Ferrari 458 Italia akan diterima oleh konsumennya di Indonesia paling cepat minggu kedua September 2010," janji Irmawan.

source : www.otomotif.kompas.com

Yaris ungguli Jazz pada Februari


Yaris, mobil hatchback andalan Toyota, pada Februari 2010 mampu mengungguli kompetitor terberatnya, Honda Jazz, dengan mencetak penjualan wholesales (pengiriman pabrik ke diler) tertinggi mencapai 1.518 unit.

Sesuai data anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Honda Jazz pada bulan ke-2 tahun ini sebanyak 1.373 unit. Meski kalah pada penjualan Februari, Honda Jazz masih mengukuhkan dominasinya di kelas hatchback dengan volume 3.648 unit, meraup 44% market share sepanjang tahun berjalan 2010.

“Pasar otomotif Indonesia pada Februari sangat positif, berbagai pencapaian berhasil dibukukan, salah satunya Yaris yang berhasil mencetak pertumbuhan luar biasa di kelasnya. Pencapaian ini membuat kami akan terus mengembangkan produk dan juga layanan terbaik untuk pelanggan ,” ujar Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) dalam pernyataan resmi kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Berdasarkan penjualan ritel (diler ke konsumen), Toyota mampu melego sebanyak 985 unit Yaris pada bulan lalu. Dibandingkan dengan posisi Januari, penjualan ritel Yaris tumbuh 25,6%. TAM mengklaim pertumbuhan tersebut sebagai yang tertinggi di kelas 4x2 compact medium multi purpose vehicle (MPV).

Untuk memperkuat posisi Yaris di kalangan anak muda, TAM menghadirkan model Yaris pada ajang Brightspot Market yang digelar di Pacific Place Lobby , pekan lalu. Bekerja sama dengan empat desainer grafis muda, Toyota Yaris tampil dengan balutan sticker hasil karya para seniman.

Di sisi lain, peningkatan penjualan juga dicatat TAM untuk model MPV fenomenalnya, Avanza. Sebanyak 10.850 unit Avanza terjual pada bulan lalu. Angka ini naik 9,4% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 9.914 unit. Kinerja Avanza ini menjadi penjualan tertinggi yang pernah dicapai oleh produk tersebut, setelah muncul pertama kali pada 2004 di Indonesia.

Adapun Toyota Kijang Innova berhasil meraup penjualan 4.140 unit, naik tipis 3,9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Realisasi tersebut melengkapi penjualan MPV Toyota yang mencetak kenaikan penjualan sebesar 7,9% dengan volume 15.015 unit sepanjang Februari 2010.

Di kelas sedan, Toyota meraih kenaikan penjualan 2,8% dengan volume 1.141 unit dibandingkan dengan posisi Januari lalu. Secara total, Toyota berhasil membukan penjualan ritel 21.131 unit sepanjang Februari 2010, meningkat 8,6% dibandingkan dengan bulan sebelumya. Berdasarkan penjualan wholesales, Toyota mampu melego sebanyak 21.800 unit kendaraan (termasuk merek Lexus).


source : www.web.bisnis.com

kebangkitan MAYBACH di 2012


Merek mobil super mewah lansiran Mercedes-Benz, Maybach dipastikan akan kembali bertarung dengan Bentley dan Rolls-Royce di kelas super premium mulai 2012. Sebelumnya, Maybach sempat diberitakan akan dipangkas oleh Daimler AG lantaran angka penjualannya sejak 2007 tak memuaskan dan terus memburuk akibat kiris global.

Namun hal ini dipastikan akan berubah 180 derajat setelah Direktur Penjualan dan Pemasaran Daimler AG, Joachim Schmidt memastikan bahwa mereka merasa yakin dengan potensi pasar Maybach di China, Amerika Utara, Timur Tengah dan Russia. Selain itu, Daimler AG juga memastikan bahwa model-model baru Maybach yang lebih segar akan diperkenalkan mulai 2012.

Dengan berbasis generasi paling baru Mercedes-Benz S-Class (W221), Maybach akan memperkenalkan paling tidak lima varian baru, yaitu model sasis pendek, sasis panjang, coupe empat-pintu, sasis panjang beratap terbuka (convertible), dan model hibrida. Semua model dipastikan akan mendapatkan mesin generasi baru V12 6,0 liter yang lebih bertenaga.

Varian hibrida akan dibekali transmisi otomatis 7-speed dengan tambahan motor listrik yang dapat mendongkrak tenaga hingga 20 hp, dan dapat berjalan hanya dengan energi listriknya hingga 16 km. Hal ini diperkirakan dapat memangkas konsumsi bahan bakarnya hingga 25 persen. Sementara varian selain hibrida akan mendapatkan transmisi otomatis 9-speed baru.


source : www.otomotif.kompas.com

Toyota Crown bebas recall


Penarikan untuk perbaikan (recall) yang dilakukan Toyota Motor Corporation di Jepang tak cuma pada Lexus, tetapi juga Crown. Untuk Indonesia, Lexus secara resmi disampaikan oleh petingginya ikut kena recall. Namun, Crown dipastikan aman.

Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, mengatakan, unit Crown yang dipasarkan di Indonesia bebas recall. "Yang terkena spesial service campaign itu Corwn dengan mesin di atas 3.000 cc dan yang di Indonesia itu 3.000 cc saja," ujar Joko di Jakarta, kemarin.

Sejak tahun lalu, sedikitnya TAM memasok sekitar 80 Toyota Crown Royal Saloon berkapasitas mesin 3.000 cc ke Kabinet Menteri di Indonesia.

Terkait recall Lexus, Joko menambahkan, penarikan Lexus dilakukan hanya untuk tahun produksi 2005-2008. Perbaikan semula diprediksi TMC akan memakan waktu 22 jam.

"Tapi di Indonesia bisa kami akali dan selesai cuma dalam waktu 9 jam. Mekanik di sini andal-andal. Soalnya, mereka pakai special tools," tutup Joko.


source : www.otomotif.kompas.com

Wednesday, September 1, 2010

kualitas Honda Odyssey sebanding dengan harganya


HONDA All New ODYSSEY

Sejak kelahirannya, Honda Odyssey telah menjadi trendsetter dalam desain dan teknologi bagi MPV berkapasitas 7-penumpang. Saat MPV lain masih berdesain konvensional dengan bentuk kotak (boxy), generasi pertama Odyssey telah menampilkan lekuk bodi yang pipih, aerodinamis, beruang kabin mewah, serta berfitur lengkap.
Di pasar Indonesia, Odyssey diluncurkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM), ATPM Honda, pada tahun 2005, meski sebelumnya konsumen Negeri Batik telah mengenalnya lebih dulu via importir umum. Generasi ketiga tersebut mengincar kelas MPV premium dengan segementasi harga di atas Rp 400 juta. Adapun unit yang terjual dalam kurun 2005-2009 adalah sebanyak 843 unit. Meski terjual kurang dari 1.000 unit, toh Odyssey menerima banyak penghargaan. Salah satunya, terpilih sebagai 'Favorite Big MPV' dalam ajang Autocar Indonesia Reader’s Choice Awards 2006 dan 2007.


Desain & Rekayasa Setelah 16 tahun lamanya Odyssey hadir di dunia, tanpa terasa generasi terbaru MPV premium ini dirilis di Indonesia. Didatangkan langsung dari Jepang, Odyssey kali ini dilengkapi sliding sun roof, kamera pantau, dan lampu HID (high intensity discharge). Tubuh generasi keempat ini tampak kian “mengalir” dan pipih. Tinggi mobil hanya 1.545 mm (setara sedan) dan panjang keseluruhan 4.800 mm. Artinya, model anyar ini lebih rendah 5 mm dan lebih panjang 35 mm ketimbang model sebelumnya. Sedangkan lebarnya tetap sama, yakni 1.800 mm. Sementara itu, ground clearance hanya 150 mm, sehingga Odyssey perlu waspada bila melewati jalan rusak ataupun genangan air.

Detail mobil pun didesain seirama dengan tubuh yang ramping. Sebagai misal, headlamp dan stoplamp yang juga dibuat lebih pipih ketimbang generasi sebelumnya. Selain karena alasan estetika, secara teknis desain pipih ini dimaksudkan untuk mengurangi hambatan angin, yang berimbas pada penghematan konsumsi BBM. Honda menamakan konsep desain ini sebagai 'ultra low floor platform'. Untuk pengendalian dan pengendaraan, Odyssey dilengkapi fitur Motion Adaptive EPS (electronic power steering) plus VSA (vehicle stability assist). Kedua fitur ini berfungsi mencegah gejala oversteer dan understeer. Rangkaian pengereman disokong ABS (anti-lock braking system), EBD (electronic brake-force distribution), dan BA (brake assist). Ada pula teknologi kontrol traksi yang terintegrasi dengan ESP (electronic stability program) untuk meningkatkan kestabilan pengendalian mobil. Itu masih ditambah dual airbag serta curtain airbag, menjadikan nilai keselamatan MPV ini terbilang baik. Interior Man maximum, machine minimum. Itulah filosfi yang dianut desainer Odyssey saat menciptakan interior mobil ini.

Dengan tetap mengandalkan konsep 'low floor platform', Honda menciptakan kabin yang bertemakan 'V-shape'. Tujuannya agar mampu menampung tujuh penumpang dengan nyaman dan memberikan pandangan yang luas ke depan. Langkah yang ditempuh cukup sederhana: penumpang belakang dibuat duduk lebih tinggi ketimbang penumpang di depannya.
Dashboard didesain dengan konsep melandai ke depan. Honda menyebutnya 'wave shape design'. Bentuknya terasa futuristik dan tidak membosankan. Instrumen yang terpasang mudah dilihat dengan tombol yang mudah dikenali dan mudah diraih. Sementara itu, fitur seperti 'ambient light' yang berpendar biru dan trim pintu yang dilengkapi 'optical fiber door trim' yang juga memendarkan cahaya biru, membuat penumpang lebih merasa nyaman, terutama di malam hari.


Sebagai pelengkap hiburan, terpasang head unit double din dengan layar LCD 6,1 inci. Aplikasi layar sentuh, DVD, MP3, WMA, AAC, konektor USB, serta i-Pod, merefleksikan kecangihan dari interior. Tidak hanya itu, head unit ini juga sanggup menampilkan bumper belakang mobil serta area aman untuk parkir mundur. Sayangnya, head unit ini tidak terintegrasi. Ketidaksatuan ini menimbulkan “ganjalan” tersendiri di dashboard.
Untuk melipat jok baris ketiga, kita hanya perlu menekan sebuah tombol di kiri pilar D dan jok akan terlipat dengan sendirinya. Untuk fitur yang satu ini, pastikan tidak ada sesuatu yang mengganjal proses pelipatan kursi. Jika pelipatan tidak tuntas, suara peringatan akan berbunyi.

Performa Di balik bonet Odyssey, bertengger jantung mekanis 4-silinder segaris, i-VTEC, DOHC, berkapasitas 2,4 liter. Rasio kompresi dinaikkan menjadi 10,5:1 (pendahulunya 9,7:1). Dengan cara ini, tenaga naik 20 hp ketimbang generasi ketiga atau menjadi 180 hp pada 6.500 rpm. Sedangkan torsinya tetap, yaitu 218 Nm pada 4.500 rpm. Keluaran daya lantas disalurkan via tranmsisi otomatis 5-speed ke roda depan. Selain mengubah nilai kompresi, Honda juga memasang 'torque boost resonator'. Fungsi peranti ini mengubah aliran udara yang tersedot oleh air intake menjadi udara bertekanan tinggi. Aliran campuran udara dan bahan bakar bertekanan tersebut disimulasikan berputar. Tujuannya, menaikkan efisiensi proses pembakaran, sehingga torsi dan tenaga lebih maksimal, tapi minim konsumsi BBM. Kombinasi dari kenaikan rasio kompresi dan pemasangan peranti 'torque boost resonator' mampu melejitkan Odyssey untuk 0-100 kpj dalam 12,4 detik dan akselerasi 0-402 m dalam 18,7 detik dengan kecepatan maksimum akselerasi 125,7 kpj.

Pengendaraan & Pengendalian
Posisi berkendara yang diberikan Odyssey sama sekali berbeda dengan MPV kebanyakan. Dimensinya yang lebih mendekati sebuah station wagon membuat posisi mengemudi Odyssey lebih mirip mengendarai sebuah sedan. Apalagi dengan pengaturan tempat duduk elektrik, membuat posisi mengemudi dapat lebih akurat. Suspensinya menyuguhkan peredaman yang nyaman, hampir di setiap kondisi jalan. Kunci kenyamanan hadir berkat penggunaan suspensi 'independent double-wishbone' di keempat rodanya. Karakteristik suspensi double wishbone yang lembut tampaknya memang dipilih untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para penumpang Odyssey, sekaligus menopang bobot 1,6 ton yang dimilikinya. Meski begitu, kelembutan yang dihasilkan suspensi tak membuat Odyssey memiliki pengendalian yang mengecewakan. Salah satu hal yang membuat pengendaliannya juga istimewa adalah titik berat (centre of gravity) mobil ini yang rendah. Selain itu, penggunaan fitur-fitur stabilitas elektronik juga memberikan kontribusi yang luar biasa pada pengendaliannya. Misalnya, VSA (vehicle stability assist) dan ESP (electronic stability program) yang dalam proses kerjanya juga bekerja bersama dengan rangkaian sistem pengereman ABS, EBD, dan BA. Saat bermanuver, gejala oversteer dan understeer yang terjadi di tikungan sepenuhnya dikendalikan oleh VSA dan ESP.
Membeli & Memiliki
Selain menyempurnakan detail eksterior dan interior, mobil ini berusaha menyuguhkan kenyamanan dan utilitas tinggi, tanpa mengurangi nilai sportif dan kemewahan. Meski dibangun dari platform sedan, tetapi dengan rancang bangun yang tepat, mampu membuat Odyssey memiliki jiwa MPV. Tidak hanya itu, pilihan aksesorinya pun beragam, baik secara resmi ataupun aftermarket. MPV ini mencoba merayu konsumen dengan teknologi dan fitur-fitur yang lengkap, seperti 'keyless entry', 'immobilizer anti-theft system', 'security alarm', dan 'ultrasonic sensor'. Odyssey juga sukses meraih bintang 6 (tertinggi) dari Japan New Car Assessment Program (JNCAP) dalam uji tabrak, berkat aplikasi teknologi penguatan bodi G-CON dan ACE™.


citra tinggi dan kualitas Odyssey sebanding dengan harganya.


source: www.auto-car.co.id